Awal Mula Nama Curug Orok Kabupaten Garut

Awal Mula Nama Curug Orok Kabupaten Garut

Awal Mula Nama Curug Orok Kabupaten Garut

Kisah Tragis Dibalik Nama Tempat Wisata Garut Curug Orok


Curug Orok, objek wisata air terjun yang kental dengan nuansa hutan atau wana wisata ini terletak di Kabupaten Garut tepatnya di Desa Cikajang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.


Menurut beberapa sumber, dulunya air terjun yang memiliki jarak tempuh sekitar 31 Km dari alun-alun Garut ini bernama Curug Sanghyang Parabu Gebur, namun seiring berjalannya waktu nama air terjun ini dirubah berdasarkan kejadian mengiris hati yang konon katanya pernah terjadi di lokasi air terjun ini.


Ya, dibalik keindahan Curug Orok yang sangat cocok dijadikan latar untuk berfoto ini, ternyata tersimpan sebuah cerita sedih dan tragis dibalik namanya. Ketinggian air terjun yang menjulang dan debur airnya begitu artistik instagramable, menutup jerit kesedihan yang tersirat dari namanya.


"Orok" adalah bahasa Sunda dari kata "bayi" dalam bahasa Indonesia. Awal mula nama Curug Orok Kabupaten Garut ini konon berasal dari kejadian seorang ibu yang membuang bayinya di lokasi air terjun ini berada. Begitu tragis, begitu pilu ketika masyarakat setempat mengenangnya.


Menurut cerita, peristiwa menyayat hati yang menjadi cerita sedih tersebut terjadi pada tahun 1968, dimana kala itu datang seorang ibu muda yang membawa buah hatinya ke lokasi curug. Ia datang bukan untuk berwisata, namun untuk membuang buah hatinya tersebut. Ia naik ke atas puncak air terjun, dan menjatuhkan bayinya dari atas, hingga bayi tak berdosa tersebut meluncur bebas ke bawah dan jatuh ke kolam air terjun.


Memang tak masuk di akal sehat sang ibu tega berbuat demikian. Hal itu dilakukan diduga karena sang ibu stres dan juga malu karena bayi yang dilempar dari puncak air terjun tersebut adalah hasil hubungan gelap dengan pacarnya atau bayi dari hubungan di luar pernikahan, dan sang pacar enggan bertanggung jawab.


Dari kejadian itulah, di kemudian hari air terjun yang awalnya bernama Curug Sanghyang Parabu Gebur ini jadi lebih dikenal dengan nama Curug Orok.


Curug Orok
Sumber commons.wikipedia.org


Keindahan di Sekitar Curug Orok


Curug Orok bukanlah air terjun tunggal atau berdiri sendiri, karena sejatinya air terjun dengan tinggi sekira 45 meter ini terdiri dari dua buah air terjun yang berdekatan. Yang satu air terjunnya berukuran cukup besar dengan debit air tercurah yang melimpah, dan air terjun yang satunya lagi berukuran lebih kecil. Air terjun yang berukuran besar ditafsirkan sebagai si ibu, dan yang berukuran lebih kecil melambangkan bayinya.


Air terjun ini sudah menjadi objek dan daya tarik wisata Curug Orok Kabupaten Garut sejak tahun 1996 dan dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara, sedangkan hak kepemilikannya dimiliki oleh PT. Perkebunan Papandayan.


Curug Orok ini berada di ketinggian sekitar 250 meter diatas permukaan laut tepatnya di kaki gunung Papandayan. Karena berada di kaki gunung, udara di kawasan Curug Orok ini sangat segar khas pegunungan. Di kawasan yang didominasi pohon pinus ini, jika beruntung kita bisa melihat hewan liar monyet yang masih banyak berkekiaran dengan bebas di kawasan tempat wisata ini.