Sanghyang Taraje, Jalur Air Terjun Menuju Kahyangan

Sanghyang Taraje, Jalur Air Terjun Menuju Kahyangan

Sanghyang Taraje, Jalur Air Terjun Menuju Kahyangan


Sanghyang Taraje, Jalur Air Terjun Menuju Kahyangan - Sanghyang Taraje, adalah nama salah satu air terjun yang ada di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Air terjun ini menyajikan pemandangan khas alam tatar sunda dengan pegunungan yang rimbun dan sejuk di sekelilingnya.


Air terjun yang terletak di Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan ini dikenal sangat indah sehingga banyak dikunjungi oleh pelancong. Bahkan para wisatawan tak ragu untuk menerabas track jalan guna bertemu dengan air terjun alami yang berselimut pepohonan dalam bukit ini. Dilihat dari aliran airnya, air terjun ini  termasuk jalur aliran Sungai Cibatarua, yaitu salah satu dari anak Sungai Cikandang yang nantinya akan bermuara ke Samudera Hindia.


Diperkirakan, air terjun atau Curug Sanghyang Taraje ini memiliki ketinggian sekitar seratus meter. Ini menjadikannya sebagai lokasi yang cocok untuk berselfie ria, apalagi untuk muda-mudi masa kini yang senang menjelajah tempat yang instragramable. Karena dengan berfoto  beratar dua curahan air terjun yang cantik penghias perbukitan ini, nuansa estetik akan sangat kental terasa, apalagi Curug Sanghyang Taraje ini kerapkali berselimut kabut.


Ilustrasi air terjun
Ilustrasi Air terjun
Sumber : commons.wikipedia.org


Arti Sanghyang Taraje


Berkaitan dengan namanya, Sanghyang Taraje terdiri dari dua kata yaitu Sanghyang, dan Taraje. Dalam bahasa Sunda, Sanghyang bisa diartikan sebagai sebutan atau panggilan kehormatan pada sesuatu atau seseorang yang mempunyai kedudukan tinggi. Sebutan Sanghyang ini biasa digunakan pada masa lampau untuk menyebut Dewa atau Raja. Sedangkan Taraje mempunyai arti "tangga" dalam bahasa Sunda.


Dengan demikian menurut beberapa sumber kata Sanghyang Taraje ini bisa diartikan sebagai "tangga yang dipakai oleh para dewa untuk menuju kahyangan".


Legenda Sangkuriang


Selain itu, adapula cerita yang menyebutkan bahwa dulunya "tangga" air terjun ini pernah digunakan oleh seorang tokoh legenda Sunda yaitu Sangkuriang. Sangkuriang menggunakan air terjun ini sebagai tangga untuk memetik gemintang di atap alangit guna dipersembahkan kepada Dayang Sumbi, yang tak lain merupakan ibu kandungnya sendiri.


Cerita legenda Sangkuriang memetik bintang tersebut didukung dengan adanya sebuah batu yang terpahat tapak berukuran besar atau raksasa. Menurut legenda, tapak itu adalah tapak milik Sangkuriang kala mengeluarkan kesaktiannya dan memetik bintang.


Terlepas dari asal mula nama Sanghyang Taraje serta kisah legenda yang dimiliki oleh Curug Sanghyang Taraje ini, sepatutnya membuat kita makin bersyukur dengan keindahan alam yang ada dan bisa menjaga alam dengan lebih baik lagi.